Sabtu, 01 Juni 2013

Contoh Surat Resmi

PEMERINTAH KOTA BEKASI
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 9 BEKASI
Jl. Raya Legenda Mustika Jaya

Nomor       : 421.2/768/SMAN9/VI/2013
Lampiran    : -
Hal             : Pemberitahuan Kegiatan
                    Perkemahan dan Pelantikan
                    Ekstrakulikuler (KPPE).

Kepada 
Yth.Bapak/Ibu Orang Tua/Wali Murid
Kelas X
di -
Bekasi

Dengan Hormat,
Dalam rangka pelaksanaan salah satu program kerja bisang kesiswaan SMAN 9 Kota Bekasi tahun ajaran 2012/2013 tentang Misi Meningkatkan kecerdasan Emosianal/character Building serta melarih intergritas karakter pribadi yang berkualitas, maka kami akan mengadakan kegiatan perkemahan dan pelantikan ekstrakulikuler(KPPE) yang akan dilaksanakan pada :

    Hari         : Rabu - Kamis
    Tanggal    : 17-18 Oktober 2013
    Waktu     : 06.00 s.d Selesai
    Tempat    : Bumi Perkemahan Graha Wisata Pramuka Cibubur

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, agar terlaksananya kegiatan tersebut kami mebutuhkan kerjasamanya berupa bantuan biaya sebesar Rp 450.000,- paling lambat tanggal 10 oktober 2013.
Atas Perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.




SMAN 9  Kota Bekasi





Drs. H. Rochmat, MM.

Contoh Curriculum Vitae (CV)



DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Identitas Diri
Nama                            : Andi Bintang Pamungkas
Jenis Kelamin                : Laki - Laki
Tempat, Tanggal lahir     : Bekasi, 30 Mei 1992
Agama                          : Islam
Kewarganegaraan         : Indonesia
Alamat                          : Jl. Toyogiri Selatan RT 05 RW 08 No. 8 Bekasi
                                      Timur 17515
Telepon                         : 021-8200912

Latar Belakang Pendidikan
1996-1998                            : TK Putri Kembar
1998-2004                            : SD Negeri 9 Bekasi
2004-2007                            : SMP Negeri 4 Tambun Selatan
2007-2010                            : SMA Negeri 9 Bekasi
2010-Sekarang                      : Universitas Gunadarma

Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.


                                                                                                                            Bekasi, 1 juni 2013

                                                                                                                                     
                                                                                                                       Andi Bintang Pamungkas

Minggu, 28 April 2013

Pengertian Metode Ilmiah



Pengertian Metode Ilmiah

Dari segi maknanya, pengetahuan ilmu sepanjang yang terbaca dalam pustaka menunjuk pada sekurang-kurangnya tiga hal, yakni pengetahuan, aktivitas dan metode. Pengertian ilmu sebagai penegetahuan itu sesuai dengan asal usul istilah inggris science yang berasal dari perkataan latin scientia. Kata scientia ini berasal dari bentuk kata kerja scire yang artinya mempelajari dan mengetahui.
Dengan demikian, dapatlah dipahami bilamana ada makna tamabahan dari ilmu sebagai aktivitas. Istilah ilmu untuk menyebut suatu metoda guna memperoleh pengetahuan yang objektif dan dapat diperiksa kebenarannya. Istilah science digunakan untuk menentukan suatu metoode untuk memperoleh pengetahuan objektif dan dapat diuji kebenerannya. Secara praktis penggunaan istilah science seperti ini adalah sinonim dengan “scientific method” (metode ilmiah).
Demikianlah makna ganda dari pengertian ilmu. Tetapi pengertian ilmu sebagai pengetahuan, aktivitas atau metode itu bila ditinjau lebih mendalam sesungguhnya tidak saling bertentangan. Bahkan sebaliknya, ketiga hal itu merupakan kesatuan logis yang mesti ada secara berrurutan. Ilmu harus diusahakan dengan aktivitas metodis itu mendatangkan pengetahuan yang sistematis.
Metode ilmiah boleh dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Metode ilmiah pun dapat diartikan sebagai prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara tekhnis untuk memperoleh pengetahuan baru atau menegembangkan pengetahuan yang ada.
Karena ideal dari ilmu adalah untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta dengan menggunakan pendekatan kesangsian sistematis. Karena itu, penelitian dan metode ilmiah mempunyai hubungan yang dekat sekali, jika tidak dikatakan sama. Dengan adanya metode ilmiah, pertanyaan-pertanyaan dalam mencari dalil umum akan mudah terjawab, seperti menjawab seberapa jauh, mengapa begitu, apakah benar, dan sebagainya
Kriteria Metode Ilmiah
Supaya suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut:.

  1. BerdasarkanFakta
  2. Bebas dari Prasangka
  3. Menggunakan Prinsip Analisa
  4. Menggunakan Hipotesa
  5. Menggunakan Ukuran Obyektif

Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah

Tujuan mepelajari metode ilmiah adalah mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan .

Sikap Ilmiah

Menurut Gagne dan Briggs, yang dikutip Annie, Catharina Tri (2004 : 25) mengklasifikasikan tujuan pembelajaran ke dalam lima kategori adalah: kemahiran intelektual (intelectual skill), strategi kognitif (cognitif strategies), informasi verbal (verbal information), kemahiran motorik (motor sklills), dan sikap (attitudes).

Sikap menurut Gagne ini adalah suatu kondisi yang internal. Sikap mempengaruhi pilihan untuk bertindak. Kecenderungan untuk memilih obyek terdapat pada diri pembelajar, bukan kinerja yang spesifik.

Sikap juga merupakan kemampuan internal yang berperan dalam mengambil tindakan. Dimana tindakan yang akan dipilih, tergantung pada sikapnya terhadap penilaian akan untung atau rugi, baik atau buruk, memuaskan atau tidak, dari suatu tindakan yang dilakukannya.

Sikap merupakan kecenderungan pembelajaran untuk memilih sesuatu. Efek sikap ini dapat diamati dalam reaksi pembelajar (positif atau negatif). Sikap juga merupakan salah satu dari enam faktor yang memotivasi belajar. Sikap dalam hal ini adalah suatu kombinasi, informasi, dan emosi yang dihasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang, kelompok, gagasan, peristiwa, atau obyek tertentu secara menyenangkan atau tidak menyenangkan.

Sikap mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku dan belajar siswa, karena sikap itu membantu siswa dalam merasakan dunianya dan memberikan pedoman kepada prilaku yang dapat membantu dalam menjelaskan dunianya. Sikap juga membantu seseorang merasa aman di suatu lingkungannya yang pada mulanya tampak asing.

Sikap akan memberikan pedoman dan peluang kepada seseorang untuk mereaksikan secara lebih otomatis. Sikap akan membuat kehidupan lebih sederhana dan membebaskan seseorang dalam mengatasi unsurunsur kepada kehidupannya sehari-hari yang bersifat unik.

Sikap merupakan produk dari kegiatan belajar. Sikap diperoleh melalui proses seperti pengalaman, pembelajaran, identifikasi, perilaku peran (guru-murid, orang tua-anak). Karena sikap itu dipelajari, sikap juga dapat dimodivikasi dan diubah. Pengalaman baru secara konstan mempengaruhi sikap, membuat sikap berubah, intensif, lemah, ataupun sebaliknya.

Sikap merupakan proses yang dinamik, sehingga media, dan kehidupan seseorang akan mempengaruhinya. Sikap dapat membantu personal karena berkaitan dengan harga diri yang positif, atau dapat juga merusak personal karena adanya intensitas perasaan gagal. Sikap berada disetiap orang sepanjang waktu dan secara konstan sikap memepengaruhi
prilaku dan belajar.

Biasanya pengalaman belajar baru merupakan kegiatan yang banyak mengandung resiko karena kadang-kadang tidak menentu. Dan dari sikap tersebut siswa dapat membuat penilaian mengenai guru, mata pelajaran, situasi pembelajaran, dan harapan personalnya untuk sukses.

S. Karim A. Karhami (2005), berpendapat bahwa sikap juga merupakan suatu kecenderungan untuk bertindak (tendency to behave). Menurut R. T White (1988), wilayah attitude mencakup juga wilayah kognitif, anak dapat membatasi atau mempermudah untuk menerapkan suatu keterampilan dan pengetahuan yang dikuasainya. Anak juga berusaha untuk memahami suatu konsep, jika dia tidak memiliki kemauan untuk itu.

Menurut Yul, Iskandar (2004 : 9) Sikap adalah sebuah trait yang selain aktif mempelajarinya, tetapi telah ditampilkan dengan perubahan tingkah laku yang sesuai. Biasanya sikap memerlukan bakat, minat, dan aktif yang merubah perilaku. Sikap pada umumnya merupakan hasil dari learning dan praktis dan pula hasil dari perpaduan berbagai trait dan ability.

Sikap Ilmiah menurut Mulyono, Anton yang dikutip oleh Suyitno, Amin (1997: 2), sikap yang disiapkan bertindak untuk perbuatan yang berdasarkan pada pendirian/ pendapat/keyakinan. Sedangkan Menurut Allen Ledward yang dikutip Suyitno, Amin adalah “An attitude as degree of positive or negatif affect associated with some pychological objects”. Dimana Sikap berkaitan dengan obyek yang disertai dengan perasaan posititif (favourable) atau perasaan negatif (unfavorable). Jadi sikap ilmiah adalah “ Scientific attitude” (Sikap keilmuan).

Langkah-Langkah Dalam Metode Ilmiah

Metode ilmiah dalam meneliti mempunyai kriteria serta langkah-langkah tertentu dalam Metode ilmiah bekerja. seperti di bawah ini.

Perumusan masalah
Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. 
  1. Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
  2. Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
  3. Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.

Penyusunan kerangka berfikir
Penyusunan kerangka berfikir dalam pengajuan hpotesis yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai factor yang saling mengkait dan membentuk konstelasi permasalahan kerangka berfikir ini di susun secara rasional berdasarkan permis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan factor- factor empiris yang relevan dengan permasalahan.

Perumusan hipotesa
Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.
  1. Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
  2. Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen

Pengujian hipotesa
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
  1. Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
  2. Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
  3. Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
  4. Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.

Penarikan kesimpulan
Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
  1. Jangan ubah hipotesis
  2. Jangan abaikan hasil eksperimen
  3. Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
  4. Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
  5. Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.
Sumber : http://marmoet5.blogspot.com/2011/02/metode-ilmiah.html
              http://berbagireferensi.blogspot.com/2010/06/lebih-jauh-tentang-pengertian-sikap.html
              http://nabella2326.blogspot.com/2012/06/langkah-langkah-pelaksanaan-penulisan.html

Sabtu, 02 Februari 2013

Teori Penulisan dan Penelitian Ilmiah

I. Daftar Isi
Daftar isi memuat semua bagian tulisan beserta nomor halaman masing-masing, yang ditulis sama dengan isi yang bersangkutan.

II. Kata Pengantar
Bagian ini memuat pengantar singkat atas karya ilmiah. Halaman ucapan terima kasih memuat ucapan terima kasih atau penghargaan kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penulisan ilmiah.

III. Abstrak
Suatu abstrak di susun untuk keperluan pembaca atau pemakai, yang merupakan versi ringkas atau poin terpenting dari isi dokumen, sehingga akan membantu bagi pembaca atau pemakai apakah suatu dokumen bernilai atau tidak bagi seseorang.

IV. Pendahuluan
Bagian ini biasanya berisi latar belakang penulisan, tujuan atau menggambarkan apa yang akan disampaikan dalam tulisan, jelas, dan tidak terlalu berlebihan.
1.1 Latar Belakang
Bagian ini berisi pemilihan topik dari penelitian.
1.2 Rumusan Masalah
Biasanya rumusan masalah dibuat dalam bentuk pernyataan yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.
1.3 Tujuan Penelitian
Bagian ini berisi tentang tujuan dibuatnya penulisan dan penelitian ilmiah. 
1.4 Sistematika Penulisan
Bagian ini memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari penulisan ilmiah.


V. Tinjauan Pustaka
Menguraikan teori-teori yang menunjang tulisan atau penelitian yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
  • Daftar Pustaka : Berisi sumber rujukan yang digunakan dalam penulisan ilmiah tersebut. Ditulis dengan menggunakan format yang baik dan rinci serta standar sesuai dengan jenis dokumennya.
  • Cara Merujuk : merujuk merupakan cara yang spesifik untuk menyebutkan sumber informasi atau pustaka yang digunakan dalam penulisan ilmiah.
VI. Kesimpulan
Bagian ini merangkumkan pokok-pokok yang menarik dan bagian-bagian ini sudah ada pada bagian isi.


Sumber :
http://srihartinah.wordpress.com/
yohanes.poltekkes-malang.ac.id
- http://www.ui.ac.id/ (Pedoman teknis penulisan Universitas Indonesia)

Jumat, 21 Desember 2012

Pengertian Kalimat


Pengertian Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek,predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan. Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memiliki unsur Subyek dan Predikat.
2.2 Struktur Dasar Kalimat Bahasa Indonesia
Ciri-Ciri Subjek
Subjek adalah unsur pokok yang terdapat pada sebuah kalimat di samping unsur predikat. Dengan mengetahui ciri-ciri subjek secara lebih terperinci, kalimat yang dihasilkan dapat terpelihara strukturnya.
Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa
Penentuan subjek dapat dilakukan dengan mencari jawaban atas pertanyaan apa atau siapayang dinyatakan dalam suatu kalimat. Untuk subjek kalimat yang berupa manusia, biasanya digunakan kata tanya siapa.:
Contoh :
Juanda memelihara binatang langka
Siapa memelihara? Jawab : Juanda.
(maka juanda adalah S sedangkan memelihara adalah predikat )
Siapa atau apa Binatang langka ? = tidak ada jawaban
Disertai Kata Itu
Kebanyakan subjek dalam bahasa Indonesia bersifat takrif (definite). Untuk menyatakan takrif, biasanya digunakan kata itu. Subjek yang sudah takrif misalnya nama orang, nama negara, instansi, atau nama diri lain dan juga pronomina tidak disertai kata itu.
Contoh : Anak itu mengambil bukuku
Didahului Kata Bahwa
Di dalam kalimat pasif kata bahwa merupakan penanda bahwa unsur yang menyertainya adalah anak kalimat pengisi fungsi subjek. Di samping itu, kata bahwa juga merupakan penanda subjek yang berupa anak kalimat pada kalimat yang menggunakan kata adalah atauialah.
Mempunyai Keterangan Pewatas Yang
Kata yang menjadi subjek suatu kalimat dapat diberi keterangan lebih lanjut dengan menggunakan penghubung yang. Keterangan ini dinamakan keterangan pewatas.
Tidak Didahului Preposisi
Subjek tidak didahului preposisi, seperti dari, dalam, di, ke, kepada, pada. Orang sering memulai kalimat dengan menggunakan kata-kata seperti itu sehingga menyebabkan kalimat-kalimat yang dihasilkan tidak bersubjek.
Berupa Nomina atau Frasa Nominal
Subjek kebanyakan berupa nomina atau frasa nominal. Di samping nomina, subjek dapat berupa verba atau adjektiva, biasanya, disertai kata penunjuk itu.
2. Ciri – ciri Predikat
Predikat juga merupakan unsur utama suatu kalimat di samping subjek Bagian ini khusus membicarakan ciri-ciri predikat secara lebih terperinci.
Jawaban atas Pertanyaan Mengapa atau Bagaimana
Dilihat dari segi makna, bagian kalimat yang memberikan informasi atas pertanyaan mengapaatau bagaimana adalah predikat kalimat. Pertanyaan sebagai apa atau jadi apa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa nomina penggolong (identifikasi). Kata tanya berapa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa numeralia (kata bilangan) atau frasa numeralia.
Kata Adalah atau Ialah
Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Predikat itu terutama digunakan jika subjek kalimat berupa unsur yang panjang sehingga batas antara subjek dan pelengkap tidak jelas.

Rabu, 31 Oktober 2012

Ejaan Yang Disempurnakan


PENGERTIAN EJAAN

Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaedah perlambangan bunyi bahasa pemisahan, penggabungan, dan penulisannya dalam suatu bahasa. Ejaan merupakan kaedah yang harus diakui oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis. Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang disempurnakan (EYD). Mulai diberlakukan tanggal 16 Agustus 1972.

PEMAKAIAN HURUF

Pemakaian huruf dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah yang diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, (2006: 9-13) adalah sebagai berikut :

Huruf Abjad
Yaitu abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa indonesia terdiri atas 26 huruf.
Huruf Vokal
Melambangkan vokal dalam bahasa indonesia terdiri atas a,i,u,e,o.
Huruf Konsonan
Yaitu huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia.
Huruf Diftong
Yaitu huruf yang melambangkan bunyi diftong dalam bahasa indonesia terdiri atas ai, au dan oi.
Misalnya :
pemakaian dalam kata;pandai,saudara,amboi
Gabungan Huruf Konsonan
Dalam bahasa indonesia tedapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan yaitu; kh,ng,ny,sy.

Pemenggalan Kata, berada pada beberapa penempatan antara lain adalah:

Pemenggalan Kata Dasar
Jika ditengah sebuah kata terdapat vokal berurutan, pemenggalannya dilakukan diantara kedua vokal itu.
Misalnya :
ma-ut, ku-ah
Huruf diftong tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan diantara huruf itu.
Misalnya :
au-ra bukan a-u-ra
Pemenggalan dilakukan sebelum konsonan
yaitu apabila ditengah kata ada huruf konsonan, termasuk gabungan huruf konsonan terletak diantara dua buah vocal.
Misalnya :
ka-wan, ma-kan, susah.
Pemenggalan dilakukan diantara dua huruf konsonan
yaitu apabila ditengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan.
Misalnya :
tak-si, min ta, san-tun

Pemenggalan dilakukan diantara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsanan yang kedua ,yaitu apabila ditengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih
Misalnya :
kon-trak, sur-plus.

Pemenggalan pada imbuhan akhiran dan imbuhan awalan
yaitu pemenggalan dilakukan sebelum dan/atau sesudah kata dasarnya.
Misalnya :
minum-an, me-mabuk-kan

PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING

Huruf Kapital atau Huruf Besar

Dipakai sebagai huruf pertama satuan kata pada awal kalimat.
Misalnya :
Saya pergi ke sawah

Dipakai sebagai huruf pertama dalam petikan langsung.
Misalnya:
Ibu berpesan, “Gunakan waktumu untuk ibadah.”

Dipakai untuk menulis huruf pertama dari ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan (termasuk kata ganti tuhan) nama agama, nama nabi, nama kitab suci..
Misalnya:
Allah    Islam
Muhammad    rahmat - Nya
Al Quran    Injil

Dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan, pangkat, gelar kehormatan keturunan, keagamaan     yang diikuti nama orang. Namun hal ini tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Misalnya:
Presiden Ahmad    Menkominfo Bambang

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Namun tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang sebagai jenis atau satuan ukur.
Misalnya:
Soekarno    Muhammad Hatta

Dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa. Namun tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.
Misalnya :
bangsa Arab     suku Jawa

Dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan sejarah.
Misalnya:
hari Minggu    perang Badar.

Dipakai sebagai huruf pertama geografi. Namun tidak berlaku jika tidak menjadi unsur diri dan digunakan sebagai nama jenis.
Misalnya :
Kali Brantas    Timur Tengah

Dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemeritahan dan ketatanegaraan serta nama dokumen resmi kecuali kata dan. Namun tidak berlaku jika hal-hal diatas tidak resmi.
Misalnya :
Republik Indonesia    Majelis Permusyawaratan Rakyat

Dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Misalnya :
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

Unsur Kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul kara-ngan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya :
Dia adalah agen surat kabar Jawa Pos.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Misalnya :
Dr.       doktor
M. A    master of arts
S. S      sarjana sastra

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Misalnya :
Mengapa Bapak tidak hadir kemarin?
Atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih.

Huruf Miring

Fungsi huruf miring sebagaimana menurut Otong Setiawan dalam buku Pedoman Penulisan Skripsi Tesis Disertasi, (2001: 61) antara lain sebagai berikut :
Dipakai untuk menulis judul buku, nama majalah, nama surat kabar yang dikutip dalam kalimat.
Misalnya:     
…seperti diberitahukan kompas …

Dipakai untuk menegaskan bagian kata atau frasa dalam kalimat.   
Misalnya:
kasus BLBI merupakan penyelewengan dana.

Dipakai untuk menulis nama ilmiah,ungkapan asing yang ditulis dengan bahasa aslinya.
Misalnya:
Tulisan Mesir Kuno dikenal dengan istilah hieroglyphies.

di kutip dari : http://nurulmaghfirohq.blogspot.com/2012/10/ejaan-dan-tanda-baca-bahasa-indonesia.html

Andi Bintang (10110673)
Anggriana Pradita (10110849)
3KA29

Jumat, 05 Oktober 2012

Hubungan Plagiarisme & HAKI



Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau Hak Milik Intelektual adalah hak milik dari si pencipta ada pada bukunya. Yang dimaksud dengan hak milik disini bukan buku sebagai benda, tetapi buku dalam pengertian isinya. Istilah HAKI terdiri dari tiga kata kunci, yaitu Hak, Kekayaan, dan Intelektual. Kekayaan merupakan abstraksi yang dapat dimiliki, dialihkan, dibeli, maupun dijual.
Adapun kekayaan intelektual merupakan kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan lain-lain yang berguna untuk manusia. Objek yang diatur dalam HAKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia Sistem HAKI merupakan hak privat (private rights). Seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftarkan karya intelektualnya atau tidak. Hak eklusif yang diberikan Negara kepada individu pelaku HAKI (inventor, pencipta, pendesain dan sebagainya) tiada lain dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas) nya dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih lanjut mengembangkannya lagi, sehingga dengan sistem HAKI tersebut kepentingan masyarakat ditentukan melalui mekanisme pasar.

Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
·         Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
·         Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
·         Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
·         Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
·         Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
·         Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
·         Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.
Yang digolongkan sebagai plagiarisme:
·         menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
·         mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya
Yang tidak tergolong plagiarisme:
·         menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
·         menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.
·         mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Plagiarisme dalam literatur
·         Plagiarisme dalam literatur terjadi ketika seseorang mengaku atau memberi kesan bahwa ia adalah penulis asli suatu naskah yang ditulis orang lain, atau mengambil mentah-mentah dari tulisan atau karya orang lain atau karya sendiri (swaplagiarisme) secara keseluruhan atau sebagian, tanpa memberi sumber.

Contoh : Novel pertama Kaavya Viswanathan How Opal Mehta Got Kissed, Got Wild and Got a Life, dilaporkan mengandung jiplakan dari setidaknya 5 novel lain. Semua bukunya ditarik dari peredaran, kontraknya dengan Little, Brown, and Co. ditarik, dan sebuah kontrak film dengan Dreamworks SKG dibatalkan.

Jadi setiap orang yang melakukan plagiarisme akan mendapatkan hukuman yang berat . seperti mahasiswa yang melakukan plagiat / menjiplak tugas , tulisan ,temuan, atau dan lain – lain , sebagai tulisannya atau pemikirannya sendiri tanpa mengutip sumber tulisan dan pemikiran tersebut , maka mahasiswa tersebut akan mendapatkan hukuman yang setimpal untuk perbuatan nya tersebut.